KISAH 3 PEMUDA PILIHAN |
|
||||
Pada suatu ketika Rasullullah bercerita. “Tatkala tiga orang yang sedang mengadakan sebuah perjalanan, tiba-tiba hujan lebat mengguyur mereka.Lalu mereka bersepakat untuk berteduh disebuah gua yang terdapat pada sebuah gunung.kemudian tanpa mereka sadari bebatuan diatas pegunungan itu mulai runtuh dan menutupi mulut gua dimana mereka berteduh,sehingga mereka terjebak didalam gua tersebut dan tidak dapat keluar dari gua tersebut.segala daya dan upaya mereka kerahkan untuk membuka mulut gua dari reruntuhan bebatuan tersebut namun tidak sedikitpun bebatuan tersebut bergeser.Mereka mulai putus asa,kemudian salah satu dari mereka berkata kepada yang lain, “Perhatikanlah amal-amal shalih yang kaliah masing-masing pernah kerjakan,berdoalah kepada Allah dengan perantara Amal-Amal Shalih yang pernah kalian kerjakan. |
|||||
![]() |
|||||
| sebelum mereka berdua minum.sementara anak-anakku menangis kelaparan sambil merangkul kedua kakiku.Aku tetap seperti itu hingga fajar menyingsing.Jika engkau tahu bahwa aku berbuat seperti itu karena mengharapkan wajah-mu, maka bukakanlah sedikit celah agar kami bisa melihat langit.Maka Allah membukakan sedikit celah kepada mereka. Kemudian Orang kedua berkata,”Ya Allah sesungguhnya aku mempunyai seorang istri pamanku (keponakan), dan aku jatuh cinta kepadanya,seperti lazimnya cinta yang menggelora dari seoarng laki-laki kepada wanita.Lalu aku memintabya agar mau aku gauli, namun dia menolak.aku memberinya seratus dinar,lalu kurayu dia, dan bahkan dia kuberi lagi seratus dinar,lalu kugauli dia.Tatkala aku sudah siap-siap untuk menggaulinya, dia berkata,”Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau merusak cincin kecuali menurut haknya.Aku langsung bangkit menghindarinya dan meninggalkan seratus dinar tersebut menjadi miliknya.Jika engkau tahu bahwa aku berbuat seperti itu karena mengharap wajah-Mu(Ridha-Mu), maka bukakanlah sedikit celah kepada kami dari batu ini”.Maka Allah membukakan sedikit celah lagi kepada mereka. Orang yang ketiga berkata,”Ya Allah,sesungguhnya aku mempunyai seoarng buruh yang kupekerjakan untuk menangani timbangan beras.setelah dia menyelesaikan pekerjaannya,dia berkata,”berikan padaku hakku!” |
|||||
| Maka aku memberikannya upah,namun dia tidakmau menerimanya,dan pergi meninggalkan upahnya tersebut bersamaku.namun aku tidak menggunakannya sedikitpun,melainkan aku tanamkan upahnya tersebut dan aku kembangkan,hingga akhirnya aku bisa membeli beberapa ekor sapi dan penggembalanya.setelah sekian lama menghilang dia dating lagi seraya berkata,”Wahai tuan,bertakwalah kepada Allah,jangan engkau menzhalimiku dan berikan kepadaku hakku dulu!” Aku berkata,”Periksalah sapi-sapi itu dan penggembalanya!semua itu adalah milikmu.” Dia berkata,”Bertakwalah engkau kepada Allah dan janganlah mengolok-olok engkau kepadaku”(Dalam riwayat dijelaskan apabila upahnya awal adalah sekantung biji gandum yang saat ini telah berubah menjadi segerombolan sapi beserta penggembalanya)” Lalu aku menjawabnya,”Aku tidak mengolok-olok dirimu.ambilah semuanya,itu semua adalah hakmu.Maka dia mengambilnya lalu pergi begitu saja.Jika engkau tahu bahwa aku berbuat seperti itu karena mengharapkan wajah-Mu(Ridha-mu), maka bukakanlah sedikit celah yang masih menutupi pada mulut gua ini”.Maka Allah membukakan dari gua itu semua batu yang telah menutupi mulut gua tersebut. (Cerita ini disadur dari Hadist Shahih Muslim hal.4926) Subhannallah! Ini adalah sebuah kisah hebat tentang keikhlasan ketiga pemuda tersebut dalam mencari keridhaan Allah,dengan segala pengamalan yang mereka kerjakan dengan penuh keikhlasan, sehingga mereka dapat terlepas dari musibah yang menimpa diri mereka. Dalam cerita ini dapat kita tarik kesimpulan: |
|||||
|
|||||
| Mari mulai saat ini,renungkan dalam Qalbu kita, apakah dari kesimpulan cerita diatas telah kita amalkan dengan baik.Apabila belum segerakanlah kita untuk melaksanakannya,fainsyaAllah kita akan selalu berada dinaungan rahmat-Nya. Amin.Wassalamualaikum.Wr.Wb |
|||||
Copyright © PT. Guntur Bumi Entertainment |
|||||