*Bagi anda yang berminat Keluarga, Kantor, Pabrik, Rumah, Toko, Tanah, Kesehatan Badan, Ikut PENGOBATAN PRIBADI di RUQYAH SYAR'IYYAH dengan berinfak SUKA RELA untuk membantu ANAK YATIM PIATU, FAKIR MISKIN, DHUAFA, PEMBANGUNAN PON.PESANTREN,MASJID,MUSHOLA (SUBSIDI SILANG/BEROBAT SAMBIL BerINFAQ SHODAQOH) PRAKTEK BUKA SETIAP HARI jam 07.00-23.00 WIB* *Bagi anda yang ingin pesan RAMUAN HERBAL NABAWI khusus buatan Ustadz DR. HM. Cilik Guntur Bumi, ST.MBA(Hub. 021-7513132, 021-32824465, 024-3564768)*CABANG PRAKTEK JAKARTA : Jl. Pinang Emas I Blok UU No.12A Pondok Indah Jakarta selatan(phone/fax : 021 7513132, Hp. 081326616626/08122925456) * CABANG PRAKTEK SEMARANG : Jl. Tambra No.36 Semarang Timur(phone 024 3564768, Hp. 081326616626) / PENGOBATAN GRATIS setiap hari KAMIS, Cabang Jakarta, info: 021 7513132 dan hari KAMIS, Cabang Semarang, info: 024 3564768/ Ustadz DR. HM. Cilik Guntur Bumi, ST.MBA siap dipanggil untuk DZIKIR MASSAL dan RUQYAH di MAJELIS DZIKIR, Hub: 081326616626 / 08122925456 Website : www.ustadzcilik.com E-mail: guntur.bumi@yahoo.com (SMS Akan dibalas asalkan sabar)    

 

KISAH 3 PEMUDA PILIHAN

 
 
 
pengobatan

Pengobatan Pribadi

Buka Praktek Pukul 09.00 WIB Sampai Pukul 19.30 WIB Setiap hari (Bagi yang sangat membutuhkan bisa buka 24 Jam Nostop)

Ruqyah Massal

Pengobatan medis atau nonmedis bagi pasien yang kurang mampu tetap kami layani secara rutin. Hari Kamis Ba'da Maghrib Pukul 18.00 WIB Sampai Selesai. Syarat jamaah pengobatan Ruqyah memakai pakaian serba putih. jamaah akan mendapatkan sembako Ramuan Gratis

Pendidikan pengobatan

Bagi Anda yang ingin belajar ilmu pengobatan ramuan, Ghoib, Bekam, Akupuntur, Ahli Patah Tulang, Ahli dalam pembersihan makhluk ghoib, Ahli bela diri, Serta ingin belajar mengaji. Padepokan Silaturahmi akan memberikan secara gratis, karena misi kami adalah ingin mendidik generasi ahli dalam pengobatan medis ataupun nonmedisyang bertujuan untuk menolong sesama dengan niat Amar Maruf Nahi Munkar. Daftarkan segera diri Anda di Padepokan Silaturahmi

 

Pada suatu ketika Rasullullah bercerita. “Tatkala tiga orang yang sedang mengadakan sebuah perjalanan, tiba-tiba hujan lebat mengguyur mereka.Lalu mereka bersepakat untuk berteduh disebuah gua yang terdapat pada sebuah gunung.kemudian tanpa mereka sadari bebatuan diatas pegunungan itu mulai runtuh dan menutupi mulut gua dimana mereka berteduh,sehingga mereka terjebak didalam gua tersebut dan tidak dapat keluar dari gua tersebut.segala daya dan upaya mereka kerahkan untuk membuka mulut gua dari reruntuhan bebatuan tersebut namun tidak sedikitpun bebatuan tersebut bergeser.Mereka mulai putus asa,kemudian salah satu dari mereka berkata kepada yang lain, “Perhatikanlah amal-amal shalih yang kaliah masing-masing pernah kerjakan,berdoalah kepada Allah dengan perantara Amal-Amal Shalih yang pernah kalian kerjakan.
Kemudian sebagian mereka berkata,”Ya Allah,engkau tahu bahwa aku mempunyai dua orang tua yang sudah renta,seorang istri dan juga seorang anak.saya senantiasa mengurus mereka.setiap kali sehabis pergi aku selalu memerah susu untuk mereka, dan yang pertama kali aku beri minum adalah kedua orang tuaku sebelum anak-anakku.Suatu kali aku tersesat hingga ketempat yang jauh tatkala mencari kayu baker,sehingga aku pulang larut malam dan kudapatkan mereka berdua sudah tidur.aku memerah susu seperti biasanya,lalu aku hanya berdiri didekat kepala mereka,tidak berani untuk membangunkan mereka dan tidak ingin mendahulukan anak-anakku

 
jadwal sholat  
  sebelum mereka berdua minum.sementara anak-anakku menangis kelaparan sambil merangkul kedua kakiku.Aku tetap seperti itu hingga fajar menyingsing.Jika engkau tahu bahwa aku berbuat seperti itu karena mengharapkan wajah-mu, maka bukakanlah sedikit celah agar kami bisa melihat langit.Maka Allah membukakan sedikit celah kepada mereka. Kemudian Orang kedua berkata,”Ya Allah sesungguhnya aku mempunyai seorang istri pamanku (keponakan), dan aku jatuh cinta kepadanya,seperti lazimnya cinta yang menggelora dari seoarng laki-laki kepada wanita.Lalu aku memintabya agar mau aku gauli, namun dia menolak.aku memberinya seratus dinar,lalu kurayu dia, dan bahkan dia kuberi lagi seratus dinar,lalu kugauli dia.Tatkala aku sudah siap-siap untuk menggaulinya, dia berkata,”Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau merusak cincin kecuali menurut haknya.Aku langsung bangkit menghindarinya dan meninggalkan seratus dinar tersebut menjadi miliknya.Jika engkau tahu bahwa aku berbuat seperti itu karena mengharap wajah-Mu(Ridha-Mu), maka bukakanlah sedikit celah kepada kami dari batu ini”.Maka Allah membukakan sedikit celah lagi kepada mereka.
Orang yang ketiga berkata,”Ya Allah,sesungguhnya aku mempunyai seoarng buruh yang kupekerjakan untuk menangani timbangan beras.setelah dia menyelesaikan pekerjaannya,dia berkata,”berikan padaku hakku!”

   
Maka aku memberikannya upah,namun dia tidakmau menerimanya,dan pergi meninggalkan upahnya tersebut bersamaku.namun aku tidak menggunakannya sedikitpun,melainkan aku tanamkan upahnya tersebut dan aku kembangkan,hingga akhirnya aku bisa membeli beberapa ekor sapi dan penggembalanya.setelah sekian lama menghilang dia dating lagi seraya berkata,”Wahai tuan,bertakwalah kepada Allah,jangan engkau menzhalimiku dan berikan kepadaku hakku dulu!” Aku berkata,”Periksalah sapi-sapi itu dan penggembalanya!semua itu adalah milikmu.” Dia berkata,”Bertakwalah engkau kepada Allah dan janganlah mengolok-olok engkau kepadaku”(Dalam riwayat dijelaskan apabila upahnya awal adalah sekantung biji gandum yang saat ini telah berubah menjadi segerombolan sapi beserta penggembalanya)” Lalu aku menjawabnya,”Aku tidak mengolok-olok dirimu.ambilah semuanya,itu semua adalah hakmu.Maka dia mengambilnya lalu pergi begitu saja.Jika engkau tahu bahwa aku berbuat seperti itu karena mengharapkan wajah-Mu(Ridha-mu), maka bukakanlah sedikit celah yang masih menutupi pada mulut gua ini”.Maka Allah membukakan dari gua itu semua batu yang telah menutupi mulut gua tersebut.
(Cerita ini disadur dari Hadist Shahih Muslim hal.4926)
Subhannallah! Ini adalah sebuah kisah hebat tentang keikhlasan ketiga pemuda tersebut dalam mencari keridhaan Allah,dengan segala pengamalan yang mereka kerjakan dengan penuh keikhlasan, sehingga mereka dapat terlepas dari musibah yang menimpa diri mereka.
Dalam cerita ini dapat kita tarik kesimpulan:

1. dalam menghadapi cobaan kita harus tetap ingat kepada Allah serta menyerahkan segalanya kepada Allah
2. dalam melakukan segala kegiatan/aktivitas kita, sebaiknya kita tetep ingat kepada Allah dan terus menerus mencari keridhaan Allah SWT,sehingga kita akan mendapatkan bimbingan serta petunjuk yang benar dalam meniti kehidupan ini.
3. Sifat sombong, ria, tidak amanat, tidak menghormati kedua orangtua, dan penyakit hati yang lainnya yang mana hanya mengikuti hawa nafsu itu hanya akan menghancurkan diri kita.
4. dalam cerita ini kita diingatkan untuk selalu berbuat kebaikan serta melaksanakan semua kewajiban kita sebagai umat muslim dan alangkah baiknya kita memiliki amal ibadah (sunnah) yang kita kerjakan terus menerus,serta dengan mengharap ridha Allah semata, sehingga dalam hidup kita akan diberikan jalan kemudahan serta kelapangan dalam menjalankannya dan apabila kita menemui takdir kita nantinya maka kitapun akan menikmati hasil dari manisnya amalibadah kita.

Mari mulai saat ini,renungkan dalam Qalbu kita, apakah dari kesimpulan cerita diatas telah kita amalkan dengan baik.Apabila belum segerakanlah kita untuk melaksanakannya,fainsyaAllah kita akan selalu berada dinaungan rahmat-Nya.
Amin.Wassalamualaikum.Wr.Wb
 
Copyright © PT. Guntur Bumi Entertainment