![]() |
|
||||
|
Artinya : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bias melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan -syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”.(Al-A’raf:27) Beberapa sahabat menanyakan kembali tentang manusia melihat jin,apakah dapat atau tidak.Pertanyaan ini dikemukakan mengingat sahabat tadi membaca keterangan dari sebuah Majalah yang menyebutkan sesatnya orang yang mengaku pernah atau bias melihat Jin.Berikut ini tanggapan kami ala kadarnya. |
|||||
![]() |
|||||
Kaum muslimin terbagi dua kelompok pendapat dalam masalah ini : Kelompok pertama, para Ulama ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Ulama dari kelompok ini berpendapat, melihat jin itu dapat terjadi.Dalil-dalil bagi pendapat ini antara lain : Adanya sejumlah peristiwa pada masa lalu yang menunjukkan terjadinya komunikasi aktif antara manusia dengan jin, misalnya apa yang terjadi pada zaman Nabi Sulaiman dimana para jin selain ada yang menjadi pasukannya,ada juga yang diangkat menjadi tukang-tukang diistananya. AlQur’an menceritakan: Artinya : “Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin,manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan)”. (An Naml:17) |
|||||
Artinya : “dan kami (tundukkan) angina bagi Sulaiman, yang perjalanannya diwaktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya diwaktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja dihadapannya (di bawah Kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang diantara mereka dari perintah Kami, kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada diatas tungku). Ketahuilah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterimakasih”. (Saba:12-13) Pengangkatan jin menjadi tentara atau karyawan di istana,tentu menghendaki Sulaiman dapat melihatnya. Rasulullah SAW melihat Jin. Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya : Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dalam sebuah hadist yang bersumber dari Abu Darda, katanya : Artinya : “Rasulullah SAW berdiri melakukan Sholat, lalu kami dengar beliau mengatakan “Aku berlindung kepada Allah darimu”. Setelah itu Beliau mengatakan “ Aku melaknatkanmu dengan laknat Allah” sebanyak tiga kaliseraya menjulurkan tangannya seakan-akan beliau menggapai sesuatu. Ketika Beliau telah menyelesaikan Sholatnya, kami bertanya : “Ya Rasulullah, tadi kami mendengar Engkau mengucapkan kata-kata yang belum pernah kami dengar dari engkau mengucapkan itu sebelumnya dan kami pun melihat Engkau mengulurkan tanganmu: ” Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya musuh Allah, Iblis dating membawa obor api hendak diletakkan diwajahku, lalu aku berkata: “aku berlindung kepada Allah darimu”sebanyak tiga kali.Dan aku pun mengatakan: “Aku laknat engkau dengan laknat Allah yang sempurna”. maka iblis pun mundur sebanyak tiga langkah. Aku bermaksud menangkapnya. Demi Allah sekiranya bukan karena do’a saudaraku Sulaiman, niscaya pagi harinya ia benar-benar terikat dan dapat dijadikan mainan anak-anak Madinah”. (HR. Muslim Juz 1 Hal.244). dalam riwayat lain dikatakan : Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya : Artinya : “SesungguhnyaSyetan merintangiku dan berbuat kasar kepadaku untuk merusak sholatku, namun aku diberi kekuatan oleh Allah untuk mengalahkan-nya hingga aku pun mencekiknya.Sungguh, muncul dalm diriku keinginan untuk mengikatnya pada salah satu tiang masjid hingga pagi agar kamu dapat menyaksikannya. Namun tiba-tiba aku teringat ucapan saudaraku,Sulaiman, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan berikanlah aku kerajaan yang tak layak bagi seseorang sesudahku. “ (QS shad:35, Sy). Maka Allah pun menolaknya dalam kehinaan “. (HR Al Bukhari dan Muslim. Lihat Shahih Al BukhariJuz1 Halaman 209 dan Shahih Muslim Juz 1 Halaman 242). Al Bukhari meriwayatkan bersumber dari Abu Hurairah bahwasanya segolongan Jin pernah meminta perbekalan (makanan), maka rasulullah SAW pun berdoa Kepada Allah agar dalam setiap tulang dan kotoran terdapat makanan untuk mereka (Shahih Al Bukhari Juz 2 Halaman 322). Ini menunjukkan dengan jelas adanya komunikasi aktif (saling melihat) antara Rasulullah Saw dengan bangsa Jin. Memang sejumlah orang mengatakan bahwa hal seperti itu hanya terjadi pada para Nabi. Namun kenyataan menunjukkan sebaliknya, banyak orang yang pernah melihat Jin, seperti pada dalil-dalil berikut ini. Seorang sahabat Nabi SAW, Abu Hurairah pernah melihat Jin. Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya : Artinya : “ Abu hurairah bercerita : Rasulullah SAW pernah menugasiku mengurusi zakat Ramadhan, tiba-tiba ada seseorang yang dating hendak mencuri makanan maka aku pun menangkapnya, lalu aku pun mengatakan kepadanya : “ Aku benar-benar akan mengadukan kamu kepada Rasulullah SAW”. Abu Hurairah selanjutnya menceritakan bahwa orang tadi berkata : “Apabila engkau hendak merebahkan badanmu di tempat tidurmu, bacalah ayat kursi, maka senantiasa engkau disertai pemelihara dari Allah dan Syetan tak akan mendekatimu hingga pagi”. Rasulullah Saw – setelah mendengar laporan itu – mengatakan : “Ucapannya kepadamu itu benar, namun ia sendiri adalah pendusta, dia adalah syetan”. (Shahih Al Bukhari Juz 3 halaman 229. Pada riwayat lain diceritakan dengan redaksi yang panjang dimana dikatakan bahwa jin itu dating sebanyak tiga kali). Pengalaman melihat jin pernah juga dialami oleh Ibnu Mas’ud, Ubay Bin Ka’ab, Khalid Bin Al Walid, Sawad Bin Qarib serta sahabat lainnya (lihat keterangan masalah ini dalam Kitab Nazm Ad Durar Fi Tanasub Al Ayat Wa As Suwar Karya Al Biqa’I Juz 3 Hal. 22-23 atau kitab Al Khasha_ish Al Kubra karya As Suyuti Juz 1 hal.136-142). Para Ulama menyatakan bahwa dapat saja dan memang pernah terjadi pernikahan antara manusia dengan jin. Pernikahan tentu saja tidak akan terjadi jika kedua ”mempelai” tidak saling melihat. Demikianlah beberapa dalil yang dijadikan dasar Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah untuk mengatakan bahwa manusia kadangkala dapat melihat jin. Kelompok kedua adalah golongan Mu’tazilah. Ulama dari golongan ini berpendapat bahwa manusia tidak mungkin dapat melihat Jin. Dalil-dalil yang mereka gunakan antara lain : Firman Allah dalam surat Al-A’raf yang mengatakan : Artinya : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bias melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”.(Al-A’raf:27) Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa “ Jin dapat melihat manusia dari satu tempat yang manusia tak dapat melihat mereka”. Oleh karena itu tidak ada kesempatan sama sekali untuk manusia melihat Jin. Di Sadur dari Buletin Jum'at Qum Penulis : KH. Syarif Rahmat RA. SQ (Anggota MUI / Majelis Ulama Indonesia pusat jakarta) Ponpes : Ummul Qura, Jl. Raya Pondok Jati Ilir Gang Lengkeng Jakarta Selatan |
|||||
Copyright © PT. Guntur Bumi Entertainment |
|||||